Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II
Keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai
keadaan tahun 1900-1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang menyatakan
bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang Dunia I. Perang Dunia I
merupakan balas dendam Perancis terhadap Jerman karena dipermalukan
dalam kekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam
masalah industri, Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan
persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer
(aliansi). Ada dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian
dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan
Italia.
Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang
terdiri atas Perancis, Inggris, Rusia dan lain-lain. Pada tanggal 1
Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan disusul Perancis
mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 3 Agustus 1914. Kemudian
tanggal 4 Agustus Inggris mengumumkan perang kepada Jerman. Selanjutnya
berkecamuklah perang yang hamper melibatkan seluruh dunia dikenal
dengan Perang Dunia I.
Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal
11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti
rugi kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam Perjanjian Versailles pada
tahun 1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini member kesempatan kepada
Adolf Hitler membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam
kepada Perancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan kemudian
memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia pada tanggal di kota
Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi
sebab langsung terjadinya Perang Dunia II.
1. Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II
Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :
- Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan
perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi
menjadi alat politik negaranegara besar untuk mencari keuntungan. LBB
tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat
semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap
Ethiopia.
- Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan
persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama
Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia
mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena
saling mencurigai akhirnya negaranegara tersebut memperkuat militer dan
pesenjataannya
- . Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan). Kekhawatiran
akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan
muncullah dua blok besar yakni:
- Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
- 2. Blok Sekutu terdiri atas:
- Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
- b) Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
- d. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.
- Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa
- Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang
meliputiM seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan
Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan
terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
4. . Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
5. Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis,
karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.
2. Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II
Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman
ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia
merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Hitler menuntut
Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia
menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara
pendukung LBB terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada
Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya. Perang Dunia di Pasifik
disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut
Amerika di Pearl Harbour, Hawai (7 Desember 1941).
B Pihak-Pihak yang Berperang dalam Perang Dunia II
Jalannya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan yaitu medan Eropa,
medan Afrika Utara, dan medan Asia pasifik. Adapun pihak-pihak yang
berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II sebagai
berikut.
1. Medan Eropa
Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan
Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal
meletusnya Perang Dunia II.
Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke
Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada
bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina
mengungsi ke Inggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan
perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada
bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat
mendudukinya. Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle
mengungsi ke Inggris. Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia
semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya
gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke
arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman,
Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman
menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah
mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang.
Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?
2. Medan Afrika
Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria
memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di
Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23
Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara
Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam
Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat
ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat
di bawah Eisenhower pada tanggal 12 November 1942. Datangnya bantuan
pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak
19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di
Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan. Rumania dan
Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945.
Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin
diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam
kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30
April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah
kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.
3. Medan Asia Pasifik
Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada
Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7
Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering
disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan
bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama
di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang
lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping
menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang
terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang
dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki
Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia
waktu itu).
Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik
serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat.
Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana
Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942)
dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama
Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut
Filipina (22 Oktober1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni
1945). Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma
(Myanmar) dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan
dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang,
tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945
Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di
Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus
1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk
Tokio). Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang
beserta negara-negara pendukungnya menyerah. Setelah Perang Dunia II berakhir maka
diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan
yang kalah. Perjanjian– perjanjian itu antara lain Konferensi Postdam
(2 Agustus 1945) dan Perjanjian San Fransisco (8 September1951).
a. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)
Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan
Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
- Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh
Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kota
Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4
bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin
Timur (Rusia).
- Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
- Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi)
- Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
- Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
b. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan
dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat
sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8
September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga
tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:
- Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
- Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.
- Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
- Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
C Akibat Perang Dunia II
Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan
akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian
bagi negaranegara di dunia.
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.
- Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
- Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
yang menimbulkan Perang Dingin. Jika keduanya berimbang terjadi
keseimbangan kekuatan (Balance of Power Policy), walaupun perdamaian
diliputi ketakutan.
- Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka
seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan
Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari
1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
- Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk
berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan
SEATO.
- Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:
1) Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
2) Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
3) Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.
4) India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia
kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan
kreditur dari seluruh dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain,
Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947),
Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan.
Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya
komunisme.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation
Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.
a. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
b. Mendirikan rumah sakit.
c. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
d. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian
Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar
tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan
yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat
buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat
menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada
tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United
Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga
perdamaian dunia. Kerugian-kerugian apa saja dari segi ekonomi maupun
kemanusiaan bagi negara-negara yang berperang dalam Perang Dunia II.
D Perang Dunia II di Asia-Pasifik serta Pendudukan Militer
Jepang di Indonesia
Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom
secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika
Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam
setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van
Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam
waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember
1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau
Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang
melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong
merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia. Pada tanggal 10 Desember
1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat
perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan
Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil
menduduki Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991
Jepang menduduki Davao di Filipina. Untuk menghadapi serangan Jepang,
tentara Sekutu membentuk komando ABDACOM (American, British Dutch
Australian Command) yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris,
Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang (dekat Bandung).
Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah panglima
besar Sir Archibald Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk
Front ABCD (American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan
Amerika, Inggris, Cina dan Belanda. Adapun serangan-serangan Jepang
semakin gencar dan menguasai beberapa
daerah. Pada bulan Januari 1942 Jepang menduduki Malaysia, Sumatera,
Jawa, dan Sulawesi. Malaysia pada waktu itu dikuasai Sekutu berhasil
direbut Jepang. Pada tanggal 24 Januari 1942 Jepang menduduki Tarakan,
Balikpapan, dan Kendari. Balikpapan merupakan sumber-sumber minyak maka
diserang dengan hati-hati agar tetap utuh, tetapi dibumihanguskan oleh
tentara Belanda.
Tanggal 3 Februari 1942 Samarinda diduduki pasukan Jepang. Pada waktu
itu Samarinda masih dikuasai tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan
direbutnya lapangan terbang oleh Jepang, maka tanggal 10 Februari 1942
Banjarmasin dengan mudah dapat diduduki. Pada tanggal 4 Februari 1942
Ambon berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 14
Februari 1942 menguasai Palembang dan sekitarnya. Dengan jatuhnya
Palembang maka dengan mudah Jepang masuk ke Jawa. Dalam
penyerbuan-penyerbuan itu Jepang lebih kuat dibanding Sekutu karena
Jepang memiliki bantuan kekuatan udara taktis. Sedangkan kekuatan udara
Sekutu sudah dihancurkan dalam pertempuran-pertempuran awal di
Indonesia maupun
Malaya (Malaysia). Adapun serangan-serangan pasukan Jepang di Jawa
diawali pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten,
Eretan Wetan (Jawa Barat) dan di Kragan (Jawa Tengah). Kemudian tanggal 5
Maret kota Batavia (Jakarta) jatuh ke tangan tentara Jepang dan
dilanjutkan menduduki Buitenzorg (Bogor). Jepang menyerang di Pulau Jawa
karena dipandang sebagai basis kekuatan politik dan militer Belanda.
Oleh karena itu, gerakan pasukan Jepang baik dari arah barat maupun dari
timur ditujukan ke Pulau Jawa. Serangan-serangan Jepang dalam waktu
singkat dapat menjatuhkan negara-negara imperialis di Cina daratan dan
Asia Tenggara termasuk Belanda di Indonesia. Pasukan Belanda terkepung
di Cilacap dan Bandung kemudian menyerah tanpa syarat kepada Jepang di
Kalijati, Subang (Jawa Barat) pada tanggal 8 Maret 1942. Penyerahan ini
ditandatangani oleh Panglima Tentara Hindia Belanda Letnan Jenderal Ter
Poorten dan di pihak Jepang diwakili Jenderal Hitosyi Imamura.
E. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di
Indonesia
Dengan penandatanganan ini maka Perang Dunia II membawa akibat bagi bangsa Indonesia yaitu:
1. Akibat positif, yaitu imperialisme Belanda di Indonesia berakhir,
2. Akibat negatif, yaitu Indonesia dijajah Jepang.
Masa penjajahan Jepang di Indonesia walaupun tidak begitu lama akan
tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Rakyat kekurangan
pangan dan sandang serta mengalami penderitaan rokhaniah (moral).
Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas
yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia.
2. Menggerakkan rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya
Adapun berbagai kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia adalah
sebagai berikut.
1. Sistem Pemerintahan
Setelah bangsa Indonesia lepas dari penderitaan penjajahan Belanda
selama kurang lebih tiga setengah abad, kini bangsa Indonesia memasuki
penderitaan baru yakni dalam cengkeraman penjajah Jepang. Berbeda dengan
Belanda, Jepang di Indonesia menegakkan pemerintahan militeryang
diperintah oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut.
Pada mulanya kedatangan Jepang disambut gembira oleh bangsa Indonesia
karena berusaha menarik simpati dengan cara-cara sebagai berikut:
- Mengumandangkan propaganda antara lain kedatangan Jepang
bertujuan membebaskan bangsa Indonesia dari penjajah Belanda karena
Jepang merupakan “Saudara Tua” bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia oleh
Jepang diajak bersamasama membentuk “Kemakmuran bersama di kawasan Asia
Timur Raya (Dai Toa)”.
- Menggunakan bahasa Indonesia di samping bahasa Jepang sebagai bahasa resmi.
- Mengikutsertakan orang-orang Indonesia dalam organisasi-organisasi
resmi pemerintah Jepang, misalnya dalam Gerakan 3A yang dipimpin oleh
Mr. Syamsuddin. Gerakan ini mempropagandakan peranan Jepang sebagai :
1. Cahaya Asia;
2. Pelindung Asia; dan
3. Pemimpin Asia.
Di samping itu juga mengangkat tokoh-tokoh nasional sebagai pemimpin
Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA).
- Menarik simpati umat Islam dengan mengizinkan organisasi Majelis Islam A’la Indonesia tetap berdiri.
- Bendera Merah Putih boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera
Jepang Hinomaru. Begitu juga lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan di
samping lagu kebangsaan Jepang Kimigayo.
- Rakyat diwajibkan menyerahkan besi tua. Oleh Jepang besi tua ini dilebur dijadikan alat-alat perang.
- Semua harta peninggalan Belanda yang berupa perkebunan, pabrik maupun bank disita.
Akan tetapi, tindakan-tindakan Jepang sama dengan Belanda yakni
menjajah Indonesia. Jepang mulai menggantikan kedudukan-kedudukan
Belanda di Indonesia. Partai-partai politik dibubarkan, surat-surat
kabar dihentikan penerbitannya dan digantikan dengan koran
Jepang-Indonesia.
Dalam bidang politik pemerintahan, oleh Jepang dibentuk 8 bagian pada
pemerintah pusat dan bertanggung jawab pengelolaan ekonomi pada Syu
(karesidenan). Pemerintahan daerah diaktifkan kembali untuk memperkuat
dukungan terhadap kebutuhan ekonomi perang. Pada masa pendudukan Jepang
terjadilah perubahan di bidang politik pemerintahan yakni adanya
perubahan yang mendasar dalam sistem hukum. Dengan diberlakukannya
pemerintahan militer sementara waktu dan jabatan Gubernur Jenderal
dihapuskan diganti oleh tentara Jepang di Jawa guna mencegah terjadinya
kekacauan. Mulai tanggal 5 Agustus 1942 berakhirlah pemerintahan yang
bersifat sementara dan berlakulah pemerintah pendudukan Jepang di
Indonesia.
Dalam susunan pemerintah daerah di Jawa terdiri atas Syu (Karesidenan
yang dipimpin oleh Syucho, Si (Kotamadya) dipimpin oleh Sicho, Ken
(Kabupaten) dipimpin oleh Kencho, Gun (Kawedanan) dipimpin oleh Guncho,
Son (Kecamatan) dipimpin oleh Soncho, dan Ku (Desa/Kelurahan) dipimpin
oleh Kuncho. Pemerintah pendudukan Jepang ikut campur tangan terhadap
pangreh praja, yang sebenarnya mereka berkuasa langsung terhadap rakyat
akan tetapi selalu diawasi Jepang. Oleh karena itu rakyat Indonesia
dimanfaatkan untuk kepentingan Jepang. Akibat dari tindakan-tindakan
Jepang tersebut maka rakyat mengalami kesulitan ekonomi. Kekurangan
bahan makanan mengakibatkan rakyat kekurangan gizi dan kelaparan.
Penderitaan dan kemiskinan yang dialami rakyat Indonesia terjadi di
mana-mana. Dalam hal pakaian, rakyat terpaksa harus mengunakan pakaian
yang terbuat dari karung goni sehingga banyak berjangkit penyakit kulit.
Pada masa pendudukan Jepang terjadilah perubahan dalam bidang social
ekonomi. Bentuk penyerahan padi secara paksa sangat menyengsarakan
rakyat.
Mengapa Jepang banyak membutuhkan bahan pangan dari Indonesia?
Akibat dari bentuk penyerahan wajib ini banyak terjadi kelaparan,
meningkatnya angka kematian, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat
serta keadaan sosial semakin memburuk. Angka kematian lebih tinggi dari
angka kelahiran. Di Kudus angka kematian mencapai 45,0 perseribu
(permil) dan di Purworejo mencapai 42,7 permil sedangkan di Wonosobo
mencapai 53,7 permil. Jadi pada jaman pendudukan Jepang keadaan petani
dan masyarakat pedesaan di
Jawa khususnya dalam keadaan sangat menderita. Selain memeras sumber
daya alam, pemerintah pendudukan Jepang juga memeras tenaga kerja
manusia. Untuk menggerakan rakyat Indonesia guna membantu maka
diadakanlah Romusha. Romusha adalah tenaga kerja paksa yang dikerahkan
Jepang untuk membangun objek-objek vital, seperti membangun lapangan
terbang, perbentengan- perbentengan, jalan rahasia dan terowongan menuju
pusat pertahanan, kubu pertahanan, jalan kereta api dan lain-lain.
Untuk memperolehtenaga kasar dalam romusha ini dikumpulkanlah kaum pria
di desa-desa tanpa diketahui di mana mereka
dipekerjakan. Banyak rakyat di Pulau Jawa dikirim ke luar Pulau Jawa
seperti ke Irian, Maluku, Sulawesi bahkan ke luar negeri sebagai
Romusha, misalnya ke Malaysia, Myanmar, dan Muang Thai.